Muhammadiyah: Kasus Teror ke Masyarakat Rusak Citra Prabowo

2 hours ago 2

MUHAMMADIYAH menyatakan menyesalkan rentetan kasus teror yang dialami masyarakat sipil seperti aktivis ataupun pemengaruh di media sosial pada akhir tahun. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas menilai adanya peristiwa teror terhadap masyarakat justru dapat memperburuk citra pemerintahan Prabowo Subianto.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

‎Publik, kata dia, akan mengecap Prabowo sebagai pemimpin yang anti terhadap kritik sosial. "Kami tidak mau hal itu terjadi karena dampaknya sangat buruk bagi masa depan bangsa," kata dia ketika dihubungi pada Kamis, 1 Januari 2026.

‎Selain merusak citra pemerintahan, dia mengatakan adanya kasus teror telah melecehkan konstitusi yang berlaku di Indonesia. Sebab, dia berujar kebebasan berpendapat warga negara telah diatur di dalam konstitusi.

‎Pemerintah, menurut dia, seharusnya bekerja keras dalam menangani bencana Sumatera dan membantu korban terdampak. Hal itu harus dilakukan untuk menjawab kritik masyarakat sipil tersebut.

Dia mengatakan tindakan nyata dan pembuktian pemerintah di lapangan dalam menanggulangi bencana Sumatera lebih ampuh serta efektif dalam menyampaikan pesan kepada publik. "Daripada hanya berupa kata-kata semata," ucap Anwar.

‎Sebelumnya, aktivis dan sejumlah pemengaruh mendapatkan teror di penghujung tahun 2025. Pemusik asal Aceh DJ Donny misalnya mengaku mendapat kiriman bangkai ayam dan surat ancaman. Rumahnya juga dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal.

‎Selain Donny, pemengaruh asal Aceh bernama Shery Annavita mengaku dikirimi sekantung telur busuk dan mendapat tindakan vandalisme di mobilnya. Tidak hanya itu, rumah Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik dikirimi bangkai ayam beserta pesan bernada ancaman.

Teror terhadap Iqbal diduga berkaitan kerja-kerja Iqbal Damanik sebagai pengkampanye Greenpeace, terutama soal kritik terhadap kinerja pemerintah dalam menangani bencana Sumatera

‎Teror juga terjadi di dunia maya. Kreator konten Virdian Aurellio mengalami serangan digital setelah rutin mengunggah kondisi pascabencana di Aceh. Akun WhatsApp adiknya diduga diretas dan digunakan untuk mengirim konten pornografi ke sejumlah grup.

‎Selain itu, ada upaya pengambilalihan akun terhadap anggota keluarga lainnya serta pesan-pesan yang mendiskreditkan Virdian yang dikirim ke kerabatnya dari nomor tak dikenal. Teror serangan digital juga menyasar seorang aktor bernama Yama Carlos. Dia mengaku mendapat teror setelah mengunggah video satir soal situasi bencana Sumatera.

Bentuk intimidasi yang diterima antara lain pesan WhatsApp ancaman, perintah menghapus konten, serta paket cash on delivery (COD) fiktif yang dikirim ke alamatnya.

‎Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai berdalih belum mengetahui ada teror yang menyerang keamanan warga. "Saya sendiri belum tahu. Jadi bagaimana saya percaya mereka diteror? Oleh siapa? Karena apa?" kata dia dalam pesan singkat, Rabu, 31 Desember 2025.

Hendrik Yaputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan editor: Banyak Teror Tunjukan Karakter Otoritarianisme Rezim Prabowo

Read Entire Article