Prabowo Soal Kritik Bencana: Kita Terima Walaupun Itu Fitnah

1 hour ago 3

PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan terbuka dengan kritik dari masyarakat, termasuk dalam penanganan bencana Sumatera. Prabowo berkata dirinya menerima kritik-kritik tersebut meski tidak semuanya benar.

Sikap itu Prabowo sampaikan dalam rapat penanganan bencana di Aceh bersama sejumlah pejabat pada Kamis, 1 Januari 2025. Dalam rapat itu, Prabowo membahas salah satu kritik yang dia dengar soal kinerja pemerintah dalam penanganan banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kritik yang dia permasalahkan adalah soal beberapa pihak yang menganggap kunjungan sejumlah pejabat ke lokasi bencana tidak bermanfaat. "Saya kira inilah memang kewajiban kita, saya berterima kasih kepada semua unsur yang saya lihat turun ke lapangan," kata Prabowo dalam rapat dikutip dari siaran Sekretariat Kepresidenan.

Prabowo menyampaikan kementerian dan lembaga telah berbagi tugas untuk mengecek titik-titik terdampak bencana. Menurut dia, pejabat pemerintah tidak hanya datang ke daerah terdampak untuk melihat-lihat. Prabowo berujar mereka juga mengidentifikasi masalah langsung di lapangan.

Meski begitu, Prabowo menyampaikan inisiatif itu tetap dianggap buruk oleh berbagai pengamat. "Kadang-kadang saya monitor ada suatu kecenderungan yang menurut saya kurang sehat dari beberapa pribadi-pribadi, komentator dan sebagainya, yang selalu melihat kegiatan bangsa Indonesia, kegiatan pemerintah dari sudut yang negatif," tuturnya.

Prabowo berujar pernah mendengar kritik yang mempertanyakan tujuan menteri datang ke lokasi bencana. "Saya pernah dengar ada kritik begini, 'untuk apa menteri datang ke tempat bencana? Hanya datang melihat saudara-saudara serba susah'," ucap dia.

Prabowo menilai pemerintah berada di posisi serba salah. Sebab, jika pejabat tidak turun ke lokasi bencana, mereka akan dianggap tidak peduli.

Maka dari itu, Prabowo berujar pejabat di Indonesia harus siap menghadapi hujatan. "Salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap untuk dihujat, siap untuk difitnah," kata mantan menteri pertahanan ini.

Prabowo menyampaikan para menteri, kepala badan, hingga kepala daerah tak boleh patah semangat karena kritik tersebut. "Semua itu kita terima sebagai koreksi juga, enggak apa-apa, walaupun itu fitnah. Walau kita tahu di hati kita bahwa itu tidak benar, tapi itu jadi waspada bagi kita ya," tuturnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya melaporkan total korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera menjadi 1.154 orang hingga Rabu sore, 31 Desember 2025.

Paling banyak korban meninggal berada di Aceh, yaitu sebanyak 527 orang. Sementara korban meninggal di Sumatera Utara sebanyak 365 orang dan di Sumatera Barat 262 orang.

BNPB juga melaporkan korban hilang bertambah 2 orang di Sumatera Barat. Dengan begitu, total warga yang dinyatakan hilang hingga saat ini menjadi 165 orang. "Korban hilang ada 31 orang di Aceh, 60 di Sumatera Utara, dan 74 di Sumatera Barat," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers penanganan bencana Sumatera, Rabu, 31 Desember 2025.

Pilihan Editor: Kewenangan Terbatas Badan Rehabilitasi Bencana Sumatera


Hendrik Yaputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article